Sunday, February 19, 2006

Rongenggeisharonggenggeisharonggenggeisha....ronggengg...geishaa...

Dua hari yang lalu saya nonton Memoirs of a Geisha. Kereeennnnn……….
Made me think though. Tau novel tua ‘Ronggeng Dukuh Paruk” nda? Trilogi. Kalo nda salah, penulisnya bernama Ahmad Tohari? Saya g yakin. Maafkan klo salah. Eh biar aman, sebaiknya saya cek di buku catatan pelajaran bahasa Indonesia dulu ya….

(sret sret sret… buku catatan B. Indonesia dicari…)

Yup, betul, Ahmad Tohari. Buku ptama “Lintang Kemukus Dini Hari”, buku kedua “Ronggeng Dukuh Paruk”, buku ketiga gak tau.

Ronggeng itu, seingat saya penari yang bispak… Tapi ada unsur2 magisnya… Jadi seorang gadis diketahui adalah seorang ronggeng apabila… dia… em… pokoknya kek kerasukan gitu… ato dia dinilai menari selayaknya ada dewi yang merasuk/lahir/reinkarnasi ke dia. Tapi itu seingat saya ya… Saya baca buku itu 3 tahun lalu…!!

Nah, anak gadis yang jadi tokoh utama di novel ini, saya lupa namanya, mulai jadi ronggeng waktu dia 13 tahun. Ato sekitarnya. Pokoknya masih sangat belia!
Nah, ronggeng, mirip dengan geisha, juga kehilangan keperawanan pada pria dengan tawaran tertinggi atas keperawanannnya!

Mirip kan? Akhirnya sang ronggeng menari dan menari… Menari sembari menjual diri…??
Wew, the book said so… Dukuh itu pemukiman, tapi lebih kecil dari desa. Nah, Dukuh Paruk, menurut buku itu, adalah desa yang terpencil dan terbelakang… Btw, ada benaran g ya pedukuhan Dukuh Paruk…?
Eniwei, dengan dirinya sebagai ronggeng yang cantik lagi ronggeng (ronggeng itu cukup berkelas, untuk ukuran prempuan dr pedukuhan. Lagipula, tidak banyak orang yang bisa jadi ronggeng. Apalagi yang benar2 titisan dewii…. Dewi apa ya?? Maafkan, saya benar2 sudah lupa detail…!!), sang perempuan tersebut jadi orang terkaya di dukuhnya! Satu2nya yang mampu beli beras, yang mewah bagi orang2 Dukuh Paruk. Dia punya ‘mami’ juga, yang mengatur jadwal pertunjukkannya dan yang ngatur siapa yang harus dia tmani tidur…

Romannya novel ini, bagi saya, susah! Jadi tokoh utama pria teman sang ronggeng sejak kecil. Dia sudah cinta sama sang ronggeng sejak kecil. Dia juga yang dapat keparawannya sang ronggeng. Kok bisa?? Karena sang ronggeng tidak rela keperawannya diambil pemuda anak lurah yang pemabuk yang sama sekali asing buat dia. Jadi sang ronggeng minta (dengan adegan2 dramatis tentunya!), agar temannya ini yang pertama kali setubuhi dia!! Lembar demi lembar berlalu… Si pria pergi dari Dukuh Paruk karena tidak tahan melihat pujaan hati tidur dengan sati lelaki ke lelaki yang lain. Jadi dia pergi dari dukuhnya, jadi jongos tentara. Hari demi hari berlalu, dia jadi tentara. Setelah lewat beberapa tahun, dia kembali ke Dukuh Paruk. Dia juga jadi kaya (menurut ukuran dukuh itu), dan jadi orang terpandang di Dukuh Paruk.

Aahhh….!! Saya lupa konflik percintaan sang ronggeng dan sang tentara!!
Seingat saya, sebelum memutuskan meninggalkan Dukuh Paruk, sang pria ngejar2 sang ronggeng. Tapi dihalangi sama ‘mami’nya ronggeng. Klo tidak salah dia tanam jampi2 di sudut kamarnya ronggeng. Lanjut ke ronggeng dan tentara. Sang ronggeng terus menolak sang tentara. Dia jatuh cinta sama orang luar Dukuh Paruk, seorang pekerja kontraktor. Sakit hati, teman dari kecilnya ronggeng ini mutusin untuk meninggalkan dukuh dan kerja di ketentaraan. Namun, kembali ke Dukuh Paruk, si pekerja kontraktor tadi ternyata cuma mau memanfaatkan sang ronggeng!! Buat ditiduri atasannya, trus si kontraktor dapat imbalan/tender!! Patah hatilah sang ronggeng. Tapi ternyata teman kecilnya ini sudah pergi dari Dukuh Paruk…

Sang ronggeng patah hati semakin dalam…
Dia berhenti jadi ronggeng…
Cowonya g kembali2…
Dia terus menunggu…
Pas cowonya kembali ke Dukuh Paruk, sudah jadi tentara,
sang mantan ronggeng minta dinikahi…
Sang cowo menolak (tapi dia punya pertimbangan yang sangat dalam lohh!!!)
Sang cowo pun kembali meninggalkan Dukuh Paruk untuk melanjutkan tugasnya sebagai tentara
Sang mantan ronggeng jadi gila…!!
Sedih…
Namun akhirnya,
Entah bagaimana (saya akui, saya gagal menginterpretasi kata2 sang pengarang yang sudah bahasa lama, sulit pula, lagi berbelit-belit…),
Sang tentara akhirnya menikahi sang mantan ronggeng walopun sekarang kekasihnya itu gila…
Kenapa dia mau menikahinya?
Karena, dengan hati nuraninya, baru dia menyadari
Bahwa dia selalu mencintai sang mantan ronggeng
Tak pernah bisa melupakan
Selalu mencintai
Dengan hati nurani
Hatinya milik sang ronggeng
Bukan karena kasihan
Murni karena cinta

Hebat bukan?? Akan jauh lebih mudah ya, untuk menceritakan kisah Ronggeng Dukuh Paruk ini kalau saya ingat nama2nya. Paling tidak nama dua tokoh utamanya.
Maafkan ya, cerita ini sama sekali tidak akurat… Tapi saya jadi teringat kembali, kenapa buku ini saya hayati sebagai novel yang sangat mencerminkan kepribadian bangsa kita. Namun… Ada satu unsur yang suya lupa! Apa itu? Sepertinya penting buat saya.

?

Saya baca lagi kalau begitu…

Bagaimana? Ada kesamaanya dengan geisha??
Ada sedikit menurutku…
Jadi budaya dunia itu mirip2 ya!! Hebat!

No comments: